Kamis, 5 November 2026
Umum Jumlah Pengangguran Indonesia Capai 7,38 Juta Orang, BPS Cat

Jumlah Pengangguran Indonesia Capai 7,38 Juta Orang, BPS Catat Pekerja Informal Meningkat

Kamis, 5 November 2026 17:05 WIB | Redaksi Ashlar Journal

Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,38 juta orang berdasarkan data terbaru. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan peningkatan jumlah pekerja informal yang mengindikasikan tantangan besar dalam dunia ketenagakerjaan nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan kondisi tenaga kerja Indonesia menghadapi tekanan. Jumlah pengangguran terbuka tercatat mencapai 7,38 juta orang berdasarkan survei terbaru yang dilakukan lembaga tersebut. Kondisi ini diperkuat dengan peningkatan jumlah pekerja di sektor informal. Banyak warga yang akhirnya memilih bekerja di sektor informal karena keterbatasan kesempatan kerja di sektor formal. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja belum berjalan optimal. Sektor informal sendiri mencakup pekerjaan seperti pedagang kaki lima, pekerja rumah tangga, dan pekerjaan lainnya yang tidak memiliki perlindungan sosial memadai. Para pekerja di sektor ini umumnya tidak terjamin oleh program jaminan sosial dan memiliki pendapatan yang tidak menentu.

Apa Dampak Peningkatan Pekerja Informal terhadap Ekonomi Nasional?

Peningkatan jumlah pekerja informal memberikan dampak signifikan terhadap struktur ekonomi nasional. Banyak tenaga kerja yang tidak mampu terserap di sektor formal akhirnya bergerak ke sektor informal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas tenaga kerja secara keseluruhan. Para ekonom berpendapat bahwa meningkatnya pekerja informal dapat menjadi indikator belum optimalnya pertumbuhan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja yang layak. Sektor formal biasanya menawarkan upah lebih tinggi dan perlindungan kerja yang lebih baik dibandingkan sektor informal.

Bagaimana Prospek Penyerapan Tenaga Kerja ke Depan?

Penyerapan tenaga kerja ke depan bergantung pada berbagai faktor ekonomi dan kebijakan pemerintah. Investasi yang meningkat di sektor-sektor padat karya diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat. Pemerintah juga terus mendorong program pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja ke sektor formal. Diversifikasi ekonomi dan pengembangan sektor-sektor baru juga menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. Secara keseluruhan, data BPS ini menunjukkan bahwa tantangan ketenagakerjaan di Indonesia masih cukup besar. Diperlukan koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas lapangan kerja yang tersedia. Peningkatan pekerja informal sebesar itu mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Para pengamat tenaga kerja berharap adanya kebijakan yang lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja formal dan peningkatan keterampilan tenaga kerja nasional. Kondisi ketenagakerjaan saat ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak. Pemulihan yang merata menjadi kunci agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

  • Data BPS menunjukkan 7,38 juta pengangguran terbuka di Indonesia
  • Peningkatan pekerja informal menjadi ciri khas kondisi ketenagakerjaan saat ini
  • Sektor formal belum mampu menyerap seluruh tenaga kerja yang tersedia
  • Diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas lapangan kerja

Sumber: republika.co.id (ekonomi.republika.co.id)

Baca Juga